Kenaikan BBM, FPKS Tawarkan 3 Solusi



JAKARTA - PKS menganggap bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi belum tentu menjadi solusi terbaik bagi persoalan APBN 2012. Untuk itu, FPKS menawarkan 3 solusi guna mengatasi tekanan anggaran akibat membengkaknya subsidi BBM.


Sekretaris FPKS DPR RI KH Abdul Hakim, Kamis (22-3) mengatakan, solusi pertama yang ditawarkan fraksinya untuk mengatasi membengkaknya subsidi BBM yaitu tidak menaikan harga BBM.


FPKS, kata Hakim, berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM dalam RAPBNP akan membutuhkan tambahan sekitar Rp60 triliun. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM maka tentunya tidak ada dana untuk kompensasi sebesar Rp 25 triliun dalam RAPBNP 2012, sehingga kekurangan dana dalam RAPBNP menjadi sebesar Rp 35 triliun.


“Untuk menutupi kekurangan dana sebesar Rp 35 triliun tersebut diambil jalan yang tidak mengubah postur belanja dan penerimaan RAPBNP 2012, yaitu menambah defisit 0,41% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga defisit seluruhnya akan menjadi sebesar Rp225,1 triliun atau 2,64% dari PDB. Rasio defisit ini naik 0,41% (Rp 35 triliun) dari rencana dalam RAPBNP 2012 sebesar 2,23% (Rp 190,1 triliun) tetapi masih dibawah batas yang dibolehkan Undang-undang sebesar 3% dari PDB,” Kata Hakim.


Alternatif lain untuk menutupi kekurangan dana tersebut adalah dengan sedikit mengubah postur RAPBNP 2012 dengan mempertahankan penerimaan pajak sebesar Rp1.032 Triliun seperti target dalam APBN 2012, mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pemanfaatan Saldo anggaran lebih (SAL) yang mencapai Rp96,6 Triliun serta melakukan penghematan terhadap belanja barang dan pegawai.


Sebagai solusi kedua, FPKS menawarkan pemberlakukan BBM Bersubsidi dengan Dua Harga.  “Jika pemerintah ingin mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM, maka sebaiknya memilih kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan” (discriminative and affirmative policy) yaitu melalui skema BBM Bersubsidi 2 harga (dual price), yaitu Rp 6.000/liter untuk Mobil Pribadi sesuai usulan RAPBNP 2012, sementara Kendaraan Umum, Angkutan Pedesaan, Kendaraan Barang/Usaha Kecil Menengah, dan motor tetap seharga Rp 4.500/liter,” kata Hakim.


Dengan skema ini,  FPKS berkeyakinan subsidi BBM akan tepat sasaran sehingga pemerintah tidak perlu lagi memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan dipolitisasi.


“Dengan pemberlakukan BBM dua harga ini, maka masyarakat yang harus menerima subsidi ‘dipastikan’ menerima haknya sejak awal, sehingga pemerintah tidak perlu memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan politisasi.” Kata politisi PKS asal Lampung itu.


Dengan skema BBM Bersubsidi 2 harga ini, kata Hakim, jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 25,34 triliun. Bila kemudian ditambah dengan investasi untuk infrastruktur pengaturan ini sebesar ‘kurang’ dari Rp1,2 triliun maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,31% (Rp 26,54 triliun) sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,54% dan masih dibawah ambang batas yang diijinkan dalam peraturan perundang-undangan.


Dan jika Pemerintah tetap berkeinginan menaikan BBM Bersubsidi, maka FPKS meminta agar kenaikan BBM hanya sebesar Rp500/liter. “Pemerintah dapat menaikan BBM Bersubsidi dengan angka kenaikan yang minimal dalam tenggat waktu tertentu untuk kemudian dikombinasikan dengan kebijakan BBM Bersubsidi dua harga. BBM Bersubsidi naik sementara Rp500, sampai kemudian infrastruktur pengaturan yang sebelumnya tertunda dapat diselesaikan.” Kata Hakim.


Dengan skema ini, jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 19,05 triliun. Maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,22% sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,45%. Tambahan beban subisidi tersebut dapat ditutup dengan penghematan dari penetapan subsidi listrik sebesar Rp29 triliun yang telah diputuskan oleh Menteri ESDM dan Komisi VII, Kamis, 15 Maret 2012, mempertahankan penerimaan pajak tetap seperti target dalam APBN 2012 dan optimalisasi PNBP serta pemanfaatan SAL.

sumber:fraksi PKS DPR RI

Friday, March 23, 2012 | Posted in , , | Read More »

PKS Desak Menkes dan Menteri BUMN Cegah Kenaikan Harga Obat Generik

itoday – Kenaikan harga BBM biasanya akan memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya termasuknya harga obat generik esensial yang banyak di gunakan kalangan masyarakat menengah kebawah.

Sebelumnya Meneg BUMN (15/03) berjanji tidak akan menaikkan harga obat generik yang diproduksi oleh BUMN. Namun justru berbanding terbalik dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menetapkan kenaikan harga obat sebesar 6–9 persen (18/3).

“Menteri Kesehatan seharusnya bisa kompak dengan Menteri BUMN untuk mencegah kenaikan Harga Obat Generik, kenapa kebijakannya berbeda satu sama lain?” kata anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Herlini Amran dalam rilis yang diterima itoday, Senin (19/3).

Sebelumnya Dirjen Binafar dan Alkes Kemenkes juga telah berjanji akan mengendalikan harga obat generik jelang kenaikan BBM yang volumenya menguasai 40 persen peredaran obat di masyarakat, “Tapi kenapa justru Kemenkes malah menaikkan harga obat generik?” heran Herlini yang juga anggota Pokja Kesehatan.

Herlini mendesak Kemenkes untuk dapat menjamin bahwa berapa pun penyesuaian harga obat generik kedepan tidak akan membebani pasien Jamkesmas dan Jamkesda. “Karena itu revisi plafon pembiayaan Jamkesmas/Jamkesda harus dijamin akan beropersional di lapangan, dan mampu diterima penyelenggara jaminan kesehatan di semua daerah,” ujarnya.

“Kemenkes harus menjamin harga obat generik dipasaran sesuai dengan HET, dan menertibkan apotek/faskes yang menjual obat generik kepada masyarakat umum di atas HET,” kata anggota DPR asal Kepulauan Riau ini.

Herlini juga meminta Kemenkes untuk serius menyusun strategi pemenuhan obat generik nasional untuk menyongsong BPJS Kesehatan melalui penguatan bahan baku dan kapasitas produksi obat generik, dan pengontrolan penggunaan obat generik di faskes. “Jangan sampai penyesuaian harga obat generik sekarang berimplikasi negatif terhadap skema biaya kesehatan yang dilaksanakan BPJS kelak” ujarnya.

“Setiap keputusan Kemenkes menaikan harga obat generik sesungguhnya bukan solusi cerdas yang pro-rakyat, melainkan reaksi tambal sulam karena ketidakmampuan Pemerintah merealisasikan ketahanan obat nasional,” pungkas Herlini.

Friday, March 23, 2012 | Posted in | Read More »

PKS Minta Satgas Anti Pornografi Turunkan Angka Pergaulan Bebas

Jakarta – Kinerja Pemerintah bidang kesehatan tahun 2011 terkait target Millenium Development Goals (MDGs) 6 tahun 2015 untuk memerangi HIV/AIDS off the track. Satgas Anti Pornografi yang baru dibentuk oleh Presiden SBY walaupun terlambat, diminta menurunkan Angka pergaulan bebas pada remaja sebagai salah satu penyebab tingginya angka HIV/AIDS baru.
“Secara peribadi saya mengapresiasi dibentuknya Satgas Anti Pornografi. Walaupun terlambat, saya berharap Satgas dapat menjadi motor penggerak menurunkan angka pergaulan bebas pada remaja dampak dari pornografi,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI Herlini Amran, Selasa (14/03).

Dari data Komisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2008, dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar diperoleh hasil, 97 persen remaja pernah menonton film porno serta 93,7 persen pernah melakukan ciuman, meraba kemaluan, ataupun melakukan seks oral. Sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja terjadi di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin.

“Persentase angka remaja yang pernah menonton filem porno sungguh sangat mengkahawatirkan, diharapkan dengan dibentuknya gugus tugas ini dapat meredam permasalahan moral bangsa yang sudah akut tersebut,” geramnya.

Legislator FPKS ini menyarankan satgas dapat bersinergi juga dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) di lapangan utk memaksimalkan penyiapan remaja pranikah dan memasifkan pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja.

Baru-baru ini saja ada kejadian faktual di Parung Bogor yaitu Kasus video porno yang terbongkar saat polisi menggerebek sebuah kamar di salah satu hotel di Parung, Bogor. Di dalam kamar tersebut ditangkap 4 orang yang terdiri dari 1 perempuan dan 3 laki-laki. “kasus ini hanyalah sebagian kecil dari berbagai permasalahan komplek dari dampak Pornografi, satgas harus cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan seperti ini,” desaknya.

Pembentukan gugus tugas ini ditandai dengan terbitnya Perpres No 25 Tahun 2012 pada 2 Maret lalu. Perpres tersebut mengacu pada Pasal 42 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yang mengamanatkan dibentuknya gugus tugas.

Legislator asal Kepuluan Riau ini meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serius memantau kinerja gugus tugas pencegahan dan penanganan pornografi. “Kita sangat berharap pembentukan satgas ini bukan bentuk pencitraan, tapi harus sesuai dengan amanat Undang-undang pornografi 2008,” pungkasnya.

*http://pks.or.id/content/pks-minta-satgas-anti-pornografi-turunkan-angka-pergaulan-bebas

Friday, March 23, 2012 | Posted in | Read More »

Pemotongan Anggaran Jangan Pengaruhi Target Industri


Jakarta(15/3) Anggaran pengeluaran belanja negara Kemenperin tahun 2012 sebesar Rp 2,548 triliun rencananya akan dikurangi Rp 168 Miliar menjadi Rp 2,380 triliun. Rencana perubahan anggaran ini masih akan dibahas di badan anggaran bersama Kementerian Keuangan pekan depan.

Anggota DPR RI Komisi VI Dr. M.Sohibul Iman menyatakan apresiasinya terhadap pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah. “Kami mendukung upaya pemerintah untuk melakukan pemotongan anggaran dalam rangka efisiensi anggaran”, kata Iman di Jakarta.

Namun lebih lanjut Iman menegaskan, pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah ini jangan sampai menjadi penghambat bagi pertumbuhan industry, target pertumbuhan industri sebesar 7% harus tercapai sepanjang tahun 2012. “Industri dalam negeri harus selalu didukung oleh pemerintah, salah satunya dengan alokasi anggaran yang tepat”, lanjut Iman.

Legislator PKS ini juga menyambut baik upaya pemerintah untuk mempertahankan beberapa program pengembangkan industri pengolahan rotan dan kakao di Sulawesi Barat, pembangunan tangki timbun minyak kelapa sawit di Kalimantan Timur dan kegiatan dekonsentrasi pengembangan IKM di 33 provinsi. “Program pengembangan industri pengolahan rotan dan kakao harus didukung oleh anggaran yang memadai, sehingga produktivitasnya meningkat”, kata Iman.

Kementerian perindustrian telah menyusun anggaran perubahan yang berfokus mengurangi dampak negatif terhadap kinerja industri prioritas dan pelaksanaan tugas pokok kementerian. “Inti dari pemotongan anggaran ini adalah efisiensi dan optimalisasi”, tutup Iman.

Sumber: Fraksi PKS DPR RI

Sunday, March 18, 2012 | Posted in | Read More »

Kebugaran itu Penting Bagi Kader Dakwah



Gerimis yang membasahi langit Serpong Utara, tak menyurutkan kader dan simpatisan PKS untuk menghadiri acara “Ahad Sehat Keluarga Serpong Utara” yang diadakan oleh DPC PKS Serpong Utara. Acara yang diawali dengan Senam PKS Nusantara ini digelar di Terminal Pasar Gedung Hijau, Perum Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Ahad (19/2).

“Kegiatan ini merupakan rangkaian acara untuk menyambut mukhoyam yang digelar oleh DPD PKS Kota Tangerang Selatan pertengahan Maret mendatang,” ujar Slamet Suwarno, Sekretaris DPC PKS Serpong Utara di sela-sela acara.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPD PKS Kota Tangerang Selatan, Unggul Wibawa menyampaikan taujih tentang pentingnya kebugaran bagi para kader dakwah di Mushola Al Furqon yang tak jauh dari Terminal Pasar Gedung Hijau.

Unggul  Wibawa mengatakan, kegiatan pra mukhoyam itu penting sebelum mengikutimukhoyam. Sehingga kader PKS harus menyiapkan mental dan fisik. “Mukhoyam itu momentum, yang penting adalah sebelum dan sesudah mukhoyam,” ujar pria yang akrab disapa ustadz Unggul ini.

Dikatakannya, mukhoyam adalah salah satu kegiatan yang dapat menjalin ukhuwah dan meningkatkan kebugaran tubuh. Menurut Ust. Unggul, seiring bertambah umur juga akan berpengaruh pada kebugaran tubuh. Karena itu, yang bisa dilakukan untuk mengurangi penuaan dini adalah dengan membentuk persepsi dan menjaga serta mengelola gaya hidup.

“Biasanya penurunan kebugaran karena budaya hidup yang tidak pas,” kata Ust. Unggul. Beliau juga prihatin dengan berita kematian kader-kader yang meninggal di usia muda.

“Urusan kematian adalah takdir Allah dan masalah akidah. Tapi kita perlu memaksimalkan ikhtiar,” ungkapnya.

Beliau menjelaskan, untuk menjaga kebugaran perlu dilakukan budaya hidup sehat seperti makan cukup gizi, dengan lauk tahu dan tempe sudah cukup,  dan jangan makan makanan junkfood.

Kemudian, lanjut beliau,  istirahat yang cukup, kurang tidur menjadi masalah karena orang yang istirahat kurang denyut jantungnya menjadi lebih kencang, dan cenderung minum banyak sehingga bisa menyebabkan kegemukan. “Selain itu metabolisme tubuh juga perlu istirahat,” jelas Ust. Unggul.

Selain itu, olah raga teratur juga penting, karena kebugaran itu menular seperti keimanan sehingga perlu dilakukan secara jama’i . “Orang bugar produktivitasnya lebih  tinggi, dan tugas-tugas dakwah hanya bisa dilaksanakan oleh orang-orang yang bugar,” imbuhnya.

Acara yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB ini juga dimeriahkan dengan game teamwork yang diikuti lebih dari 50 kader PKS Serpong Utara dan pengumuman pemenang hadiah lomba Surat Cinta Untuk DPC Serpong Utara.[cip].

islamedia.web.id

Tuesday, February 21, 2012 | Posted in , , | Read More »

DPP PKS Latih Relawan Perempuan




Bandung – Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) memanfaatkan awal tahun 2012 ini sebagai momentum penguatan sumberdaya manusia (SDM) relawannya dengan menggelar Training For Trainer (TFT) Nasional Penggerak Relawan Perempuan di Madani Leadership Center, Lembang Bandung akhir pekan lalu. Kegiatan yang dihelat salah satu organ PKS, Barisan Putri Keadilan (Santika) itu bertujuan menyiapkan SDM instruktur yang andal dari kalangan perempuan.


“Kami ingin mencetak kader-kader penggerak yang peduli persoalan lingkungan dan kemanusiaan. Relawan yang berkarakter, siaga, peduli, siap bekerja tanpa meninggalkan fitrah sebagai perempuan“, ujar Ketua Departemen Kepanduan DPP PKS Cahya Zailani.


Lebih lanjut Cahya mengatakan, membantu masyarakat, dan peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan merupakan tradisi yang sudah mengakar di PKS. Untuk menjaga keberlangsungan tradisi yang baik tersebut, dibutuhkan pembaruan SDM secara berkesinambungan, terutama yang sigap bergerak di lapangan.


Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan atau utusan dari 33 provinsi yang ada di seluruh Indonesia, kecuali Papua Barat dan Bangka Belitung. Semua Peserta sangat antusias dalam mengikuti semua materi yang ada, karena semua materi yang di isi oleh para pakar dibidangnya contohnya pemateri dari BSMI, Relawan Indonesia, Lembaga Pengembangan Diri Trusco, Pakar bidang Pengelolaan Sampah, serta Akademisi dari ITB dan Unpad.


“Kami juga membekali para relawan kemampuan jurnalistik dan fotografi agar setiap kegiatan bisa dipublikasikan guna menggugah banyak pihak ikut serta dalam kepedulian,” pungkas Cahya.

Wednesday, February 15, 2012 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Labels