Bakti Sosial DPRa PKS Sawah Lama


PKS Ciputat - Ahad 27 Mei 2012, DPRa PKS Sawah Lama mengadakan acara bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan serta bazaar pakaian layak pakai. Acara bertempat di kediaman Bapak Mahrudin di Gg. Al-Mubarokah Sawah Ciputat. Hadir dalam acara ini anggota DPR RI KH. Jazuli Juwaini serta anggota DPRD Budi Prayogo. Acara yang berlangsung sejak pukul 9 pagi ini mendapat sambutan meriah dari warga sekitar.

Acara dibuka dengan sambutan Bpk. Subyar mewakili Ketua DPC PKS Ciputat yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua RT setempat yang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran pengurus PKS yang sudah kesekian kalinya memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di lingkungan RT nya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh anggota DPR RI KH. Jazuli Juwaini yang menegaskan kembali komitmen PKS terhadap kemaslahatan masyarakat.

 PKS akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ini sekaligus membuktikan kepada masyarakat bahwa PKS tidak hanya hadir menjelang Pemilu atau Pilkada saja tapi partai ini selalu hadir merespon kebutuhan masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan oleh Ibu Santi dari Tim Kesehatan DPC PKS Ciputat. Dalam paparannya, beliau menjelaskan sekelumit persoalan penyakit diabetes yang perlu diketahui bersama.  Kemudian, para warga satu persatu memeriksakan kesehatannya. Bersamaan dengan itu diadakan bincang-bincang santai atau ramah tamah  antara warga dengan anggota DPRD Budi Prayogo. ( Rahmat )

Sunday, May 27, 2012 | Posted in , , | Read More »

Duet Hidayat-Didiek Cagub Terpopuler

Duet Hidayat-Didiek Cagub TerpopulerREPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didiek J Rachbini menjadi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur terpopuler. 

Berdasarkan survei Lab Fisip Unas dan Madani Institute, popularitas duet Hidayat-Didiek mampu mengalahkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Ahok.

Popularitas Hidayat-Didiek mencapai 32,20 persen. Sedangkan Foke-Nachrowi sebesar 30,90 persen. Pasangan Jokowi-Ahok berada di peringkat ketiga sebanyak 28,20 persen.

Popularitas tiga pasangan lainnya kurang dari lima persen. Duet Alex Nurdin-Nono Sampono mencapai 4,40 persen, Faisal Basri-Biem Benyamin 3,70 persen, dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria cuma 0,60 persen.

Sebenarnya, popularitas pasangan Foke-Nachrowi unggul di empat wilayah, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Namun, selisihnya tak terlalu besar dibandingkan duet Hidayat-Didiek.

Popularitas pasangan Hidayat-Didiek unggul di wilayah Jakarta Barat.  Di wilayah ini popularitas duet yang dijagokan Partai Keadilan sejahtera ini menang telak dibandingkan pasangan Foke-Nachrowi.

Duet Jokowi-Ahok tercatat paling populer di wilayah Kepulauan Seribu. 

Menurut hasil survei itu, pasangan Foke-Nachrowi paling populer di kalangan usia 56 tahun ke atas. Sedangkan, duet Hidayat-Didiek paling populer di kalangan pemilih berusia 21-40 tahun.

Duet Jokowi-Ahok paling populer di kalangan pemilih berusia di bawah 20 tahun.

Thursday, May 03, 2012 | Posted in , | Read More »

Liqo’ Jama’i Di Saung DPC



Pksciputat- Ahad 29 April 2012 diadakan liqo’ jamai bertempat di Saung secretariat  DPC PKS Ciputat- Komplek Villa bintaro indah. Tidak kurang 50 kader akhwat  hadir pada acara tersebut, tidak ketinggalan Aleg dari dapil Ciputat juga turut hadir.

Tausiyah disampaikan oleh ustadzah Unggul hidayati. Istri dari bapak Arif Wahyudi ini, memaparkan tentang mihwar da’wah yang telah, sedang dan akan kita jalani. Dan bagaimana kita bisa optimal memberikan kontribusi bagi da’wah dengan melihat SWOT yang ada pada diri kita.
Sambutan disampaikan ibu Andi Cut Mutia, anggota 

DPRD Tangsel dari ciputat, beliau memberikan arahan agar senantiasa berjuang dalam segala kondisi yang ada, jangan menyerah dengan keaadaan, namun daya juang kita yang mesti kita pompakan agar kita bisa memberi kontribuasi terbaik untuk umat”
Acara ditutup dgn doa dan makan nasi urap bersama. [Aliyatuni ]

Tuesday, May 01, 2012 | Posted in , | Read More »

DPD PKS Tangsel adakan Pelatihan Jurnalistik.



PKSCiputat – Dalam rangka meningkatkan fungsi kehumasan DPC, DPD PKS kota Tangerang Selatan mengadakan pelatihan jurnalistik dan kehumasan bagi Bidang Humas DPC, bertempat di Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan ,Ahad 22 April 2012.  Pelatihan ini diikuti oleh seluruh DPC (7 kecamatan) yang masing-masing mengirimkan 2 orang utusan untuk mengikuti pelatihan ini. Ketua Panitia, Nabil, menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk membangkitkan kembali fungsi kehumasan DPC khususnya di Kota Tangerang Selatan ini. “Pelatihan jurnalistik ini adalah bagian yang tak terpisahkan dalam rangka meningkatkan fungsi kehumasan dan pencitraan PKS ke depan” ungkap Nabil. Pelatihan ini adalah bagiah awal dari seluruh proses peningkatan kemampuan kehumasan DPC. Semua peserta pelatihan ini adalah bidang kehumasan DPC yang nantinya bertugas untuk meng-update segala informasi terkini tentang PKS di DPC masing-masing.  
Bidang humas DPD Kota Tangerang Selatan –Isnu – menuturkan, setiap DPC diharapkan memanfaatkan media online dan offline dalam rangka penyampaian berita agar semua berita positif tentang PKS bisa didengar seluruh kalangan masyarakat. Media online yang bisa dimanfaatkan antara lain blog, web, facebook, twitter, dll. Sedangkan media offline bisa berbentuk bulletin, mading, dll. Isnu juga menambahkan agar setiap DPC mengeluarkan buletin rutin yang diedarkan ke masyarakat, terutama yang tidak familiar dengan media online (baca: internet) misalnya: penjual bakmi. (wasihat)

Sunday, April 22, 2012 | Posted in , | Read More »

Pasangan Hidayat-Didik Akan Pasarkan Batik Khas Betawi "Beresin Jakarta"


Pasangan Hidayat-Didik Akan Pasarkan Batik Khas Betawi "Beresin Jakarta"
DR. HM. Hidayat Nur Wahid, MA Calon Gubernur DKI 2012-2017 dari pasangan Hidayat-Didik
GLOBAL TANGSEL, Jakarta – Tak ketinggalan dengan pasangan Jokowi-Ahok dalam mencari dana kampanye dengan menjual kemeja kotak-kotak, pasangan Hidayat -Didik  juga berencana menjual batik betawi dengan nama “Beresin Jakarta”. Menurut Hidayat, justeru dengan batik betawi akan mengenal lebih jauh tentang batik yang khas asli Betawi yang selama ini kurang dikenal.

Hidayat mengakui jika batiknya hasil kreasi anak muda PKS yang akan disosialisasikan dalam waktu dekat kepada publik. Ia pun belum memastikan apakah batik tersebut akan dihibahkan atau dapat dijual sebagai souvenir untuk pendanaan kampanye.

"Bisa juga menjadi sarana untuk pendanaan tim kampanye tapi ini tidak komersial," harap Hidayat kepada awak media di bilangan Mampang, Jakarta, Rabu (4/4/2012).

"Nanti di kemeja batik itu ditulis "Ayo Beresin Jakarta". Batik itu kita patenkan dulu agar tidak dicuri oleh Malaysia," seloroh mantan ketua MPR RI ini.

Hidayat lalu membuka sedikit karakteristik batik tersebut yaitu terdapat gambar Monas atau Ondel-Ondel yang menjadi ikon Jakarta. Selain itu, terdapat pula corak pohon dan buah-buahan khas Jakarta seperti duku atau cempedak.

"Batik ini merupakan sumbangsih dan bukti cinta kami kepada Jakarta," pungkas Hidayat. (isn)

Saturday, April 21, 2012 | Posted in , | Read More »

Dilema PKS




Buku Dilema PKS karya Burhanuddin Muhtadi segera mengambil perhatian publik seketika buku itu beredar. Mungkin Anda adalah termasuk orang yang penasaran dengan buku itu, berikut ini adalah kulwit dari Aang Kunaifi (Praktisi Kepemimpinan dan Direktur LMT Trustco Palembang) mengenai buku tersebut :

1. tadi pagi saya menyimak dialog yang konstruktif di tvone tentang #DilemaPKS antara Suara dan Syari'ah :)

2. #DilemaPKS itu merupakan judul sebuah buku yang ditulis oleh Pengamat Politik @BurhanMuhtadi yang merupakan tesis S2 beliau di ANU, Aussy

3. Dialog pagi tadi langsung menghadirkan beliau selaku penulis, juga tokoh PKS, yaitu Bapak Sekjend @anismatta

4. menurut @BurhanMuhtadi tema sentral buku #DilemaPKS ini mendasarkan tentang PKS yang mencoba memadukan antara islam dan demokrasi.

5. PKS yang coba memadukan antara islam dan demokrasi dalam satu tarikan nafas :), lalu pada saat yang sama menggabungkan 2 gerakan

6. Dua gerakan sekaligus, yaitu gerakan sosial ddan politik #DilemaPKS

7. maka dilema seperti inilah yang menurut penulis - berdasarkan teori politik yang beliau pelajari - sedang dirasakan oleh PKS

8. karena menurut beberapa ilmuwan politik internasional, agak sulit membayangkan tentang bersatunya antara islam dan demokrasi

9. Huntington merupakan satu dari prototype ilmuwan sosial dan politik yang mengamini pendapat tentang dilema itu

10. berdasarkan social movement theory juga agak sulit membayangkan gerakan sosial dan politik yang bersatu padu dalam satu lembaga

11. gerakan sosial adalah milik ormas atau organisasi sosial lainnya, sedangkan partai politik berkiprah dalam sebuah gerakan politik.

12. karena PKS sebagai sebuah partai, adalah parpol yang paling sering (data kompas dan republika) melakukan aksi2 sosial

13. sebut saja aksi2 demonstrasi, penanggulangan bencana alam, kerja2 baksi sosial, dsb

14. dua tema besar ini yang menurut @BurhanMuhtadi dalam dialog pagi tadi coba dia teliti dalam tesis yang sekarang sudah berbentuk buku :)

15. Nah, Pak @anismatta mencoba menjawab atau lebih tepatnya menjelaskan tentang PKS dengan semua keunikan (baca : keistimewaan).

16. terlalu singkat memang penjelasan beliau (karena waktunya juga singkat), tapi saya coba untuk menjelaskan tentang apa yang disampaikan

17. sebenarnya PKS menyelesaikan tema2 tentang suara dan syari'ah, gerakan sosial dan gerakan politik

18. Pada titik itu (Ideologis, Idealisme, Filosofis), PKS (kader2 utamanya) sudah tidak ada masalah lagi, sudah final

19. PKS menjadikan Islam sebagai ideologi bagi partai. karena itu, partai ini mendasarkan kerja2 politiknya kepada agama ini

20. itulah yang menyebabkan partai ini tidak mengalami kegalauan, atau dilema yang disinyalir oleh beberapa ilmuwan politik.

21. saya tidak meragukan analisa2 ilmuwan politik itu, dan bahkan beberapa saya nilai objektif, seperti analisa @BurhanMuhtadi

22. cuma maaf kalau yang saya ragukan adalah pisau analisa yang mereka gunakan dalam membedah PKS, yaitu teori2 sosial dan politik barat

23. karena teori2 itu memang bersumber pada konteks yang sifatnya sekular, memisahkan antara agama dan kehidupan, terutama politik

24. sehingga idealisme yang bersumber dari agama rasanya tidak mungkin bisa bersanding dengan kerja2 politik

25. kerja2 politik yang selalu identik dengan opportunistik, pragmatis, tipu daya, dan statemen2 negatif lainnya. Sehingga wajar jika....

26. jika mereka meragukan kemampuan PKS dalam mengusung nilai2 agama (islam) dalam kerja2 politik, menyandingkan haq dan batil :)

27. wajar karena mereka membedah PKS dengan pisau analisa yang berbeda dengan yang digunakan oleh kader2 PKS.

28. maka itulah statement @anismatta dalam dialog pagi. bahwa mereka sudah selesai dengan perdebatan suara dan syariah, partai terbuka, dsb

29. sudah selesai pada titik ideologi yang melahirkan nilai2 idealisme, filosofis dalam perjuangan

30. sudah relatif selesai juga dalam titik strategis, walau tetap dalam korelasi positif terhadap waktu dan faktor eksternal lainnya

31. tapi mungkin memang harus lebih banyak dan melakukan akselerasi dalam tataran teknis. sebuah kesadaran, atau sikap mental

32. sikap mental untuk menjadikan nilai2 islam yang syumul, sempuna, dan komprehensif, sehingga menjadi laku secara kolektifitas

33. inilah sebenarnya yang sering sekali disampaikan Sekjend PKS, yaitu @anismatta dalam tulisan2 dan taujih2nya

34. bahwa kemuliaan, kebesaran, serta keagungan islam tidak lengkap kalau tidak bertemu dengan manusia2 yang juga mulia, besar dan agung

35. dan inilah sebenarnya yang menjadi tantang islam di dunia dewasa ini, yaitu mempertemukan islam yang agung dengan pahlawan2nya.

36. undur diri dulu tweps, nanti kultwitnya saya lanjutkan ada agenda mendesak harus diselesaikan :)

37. baiklah, kita lanjut bincang tentang dialog pagi tadi bersama @anismatta & @BurhanMuhtadi membahas buku #DilemaPKS

38. sebelumnya saya bilang kalau @anismatta mengatakan dalam dialog pagi tadi dan dipengantar buku #DilemaPKS bahwa PKS sudah selesai dengan

39. PKS sudah selesain dengan ideologinya, yaitu islam. sedang islam sudah jauh2 hari mendeklarasikan diri sebagai agama sempurna (QS 4 : 3)

40. Maka Anis mengatakan bahwa yang paling penting sekarang bagi kader2 PKS adalah menyadari sepenuhnya tentang islam itu sendiri

41. tentang Islam yang sempurna, dan kemampuannya (Islam) untuk hadir dalam semua konteks kehidupan, kapan dan dimanapun.

42. termasuk kemampuan islam dalam menghadapi dan survive dalam kehidupan berdemokrasi

43. pesimisme tentang perpaduan antara islam dan demokrasi mungkin saja berasal dari keraguan (bersumber dari ketidakpahaman) ttg islam

44. Anis mengakui bahwa partai yang mengusung ideologi tertentu (apapun ideologinya) pasti akan menemukan fakta bahwa dilemanya....

45. bahwa dilemanya selalu terletak antara idealisme dan kapasitasnya, termasuk PKS. Sebab, ideologi membutuhkan pembuktian di lapangan

46. ideologi dan manusia ibarat dua sisi mata uang, tidak bisa dipisahkan. ideologi besar pasti membutuhkan manusia yang besar pula

47. maka debat2 yang membincangkan keraguan islam sebagai sebuah ideologi dengan turunannya, seperti partai terbuka, mampukah islam survive

48. mampukah islam survive dalam demokrasi, apakah PKS nantinya akan bisa menjadi partai besar, adalah debat yang harus diminimalisir

49. jauh lebih produktif berbicara dan bekerja untuk menjadi manusia muslim yang diinginkan oleh islam (tentang ini dikupas lengkap oleh..

50. ....... oleh @anismatta dalam bukunya #ModelManusiaMuslim)

51. meningkatkan kemampuan kader secara kolektif agar benar2 pantas untuk menjadi 2 sisi mata uang bagi islam. agama dan manusia agung

52. pertumbuhan kapasitas itu menurut Anis adalah tentang dialektika antara tantangan dan respon. Dinamika sejarah selalu tercipta begitu

53. apa yang dihadapi PKS sebagai sebuah partai hari ini adalah cara Allah untuk membuat partai ini menjadi lebih besar, tidak selesai....

54. membuat PKS menjadi lebih besar, tidak hanya selesai sekedar menjadi pertai menengah saja. apalagi PKS tidk terbntuk untk Indonesia saja

55. tentunya tergantung dengan respon yang diambil oleh PKS secara kolektif, memilih respon belajar untuk menghadapi tantangan2 itu

56. belajar dengan tidak hanya ada pada individu saja tapi juga dalam skala organisasi, dan kepemimpinan (leadership)

57. maka belajar menjadi usaha untuk mendekatkan jarak antara sebuah ideologi dan kapasitas organisasi yang mengusungnya

58. belajar adalah usaha untuk mendekatkan jarak antara islam dan PKS sebagai pertai pengusung

59. pembelajaran selalu merupakan rahasia di balik semua fenomena pertumbuhan jangka panjang dalam sejarah masy di dunia ini (Anis Matta)

60. maka itulah yang menurut Anis penting dilakukan oleh kader2 PKS, yaitu belajar dan seterusnya begitu

61. menurut saya, pertama sekali yang harus dipelajari adalah tentang islam itu sendiri, karena PKS berjuang untuk dan bersama islam

62. pemahaman yang menyeluruh, lengkap, komprehensif tentang islam itu akan menghasilkan kerja2 yang efektif dan produktif

63. ingat, pemahaman itu sendiri tidak hanya kerja akal, walau memang akal itu sendiri berpengaruh besar. pemahaman itu tntang akal dan hati

64. Hasan Albanna (Pendiri IM) sendiri mengatakan bahwa Pemahaman tentang Islam (Alfahm) adalah rukun bai'at yang pertama bagi para ikhwan

65. pemahaman yang baik tentang islam itulah yang membuat kader2 PKS mempunyai sikap mental, kesadaran yang laik sebagai pemimpin

66. itulah, saya optimis PKS akan bisa memimpin dan bekerja untuk Indonesia dan bahkan dunia, waktu yang akan menjawab

67. tapi memang perlu untuk melakukan akselerasi dalam belajar, agar waktu yang dinanti tidak terlalu panjang dan lama

68. sesegera mungkin PKS memang harus menyelesaikan permasalahan dalam negeri, karena dunia sudah rindu menanti :)

69. PKS tidak hanya bekerja untuk Indonesia tapi juga bagi seluruh dunia. Bukankah kita memang terlahir untuk menjadi pemimpin bagi dunia?

70. Sekian tweps bincang tentang #DilemaPKS, mohon RT jika berkenan, salam untuk semua:)

Demikian kulwit tentang buku Dilema PKS dari Aang Kunaifi, semoga bisa menjawab sebagian rasa penasaran mengenai buku karya Burhanuddin Muhtadi tersebut.
sumber: bersamadakwah.com

Thursday, April 05, 2012 | Posted in , | Read More »

Penjelasan Resmi PKS Atas Penolakan Kenaikan Harga BBM



Islamedia - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas telah menolak rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi. Sikap tegas menolak rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi telah disampaikan Presiden Partai dalam Pidato Pembukaan dan Penutupan pada Mukernas yang dilaksanakan di Medan, tanggal 27 dan 29 Maret 2012.

Dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) tanggal 30 Maret 2012, Fraksi PKS sebagai representasi partai juga telah menyatakan dan menunjukkan sikapnya secara tegas menolak rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi. PKS menolak rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi berdasarkan hasil kajian dan pertimbangan dampak fiskal, ekonomi dan sosial-politik secara mendalam.

PKS memandang bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi untuk seluruh segmen masyarakat apalagi dengan angka yang sangat tinggi sebesar 33% atau Rp1.500/liter tentunya akan meningkatkan beban kehidupan sehari-hari rakyat. Kenaikan harga BBM Bersubsidi akan memberikan dampak inflasi yang berlipat ganda (baik karena ekspektasi inflasi yang terbentuk, inflasi first round saat kebijakan diambil maupun second round pasca kebijakan) yang akan memberikan beban ekonomi yang semakin berat bagi rakyat, terutama akibat melonjaknya biaya transportasi dan harga bahan-bahan pangan. Melonjaknya inflasi, juga akan merusak perekonomian rakyat karena akan mendorong naikknya cost of capital bagi dunia usaha, khususnya UMKM dalam jangka menengah yang trennya saat ini sedang menurun. Kondisi ini tentunya akan menambah jumlah penduduk miskin, karena menurunnya daya beli rakyat, terpukulnya dunia usaha dan potensi munculnya pengangguran baru. Selain itu PKS memandang kenaikan harga BBM Bersubsidi akan mendorong gejolak sosial dan resistensi publik yang akan semakin besar kedepan yang menyebabkan instabilitas keamanan nasional yang seharusnya bisa dihindari. Dengan demikian penolakan PKS atas rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi sepenuhnya karena pertimbangan kebaikan dan kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara.

PKS juga tidak setuju dengan rumusan Pasal 7 ayat 6 (A) RUU APBN Perubahan 2012 dimana, pemerintah bisa langsung menaikkan/menurunkan harga BBM Bersubsidi jika harga minyak mentah mengalami deviasi rata-rata 15% dalam waktu 6 (enam) bulan. Dengan ayat baru ini maka dalam beberapa bulan kedepan harga BBM Bersubsidi berpotensi segera naik. Dalam perhitungan, jika bulan April harga rata-rata minyak mentah mencapai 135 USD/barrel maka harga rata-rata minyak mentah selama 6 (enam) bulan terakhir telah mencapai 120,79 USD, dan melampaui ambang batas atas 120,75 USD, yang berpotensi dinaikkannya harga BBM bersubsidi pada 1 Mei 2012. Atau jika bulan April dan Mei harga rata-rata minyak mentah mencapai 124 USD/barrel maka harga rata-rata minyak mentah selama 6 (enam) bulan terakhir akan mencapai 120,80 USD, dan melampaui ambang batas, yang berpotensi dinaikkannya harga BBM bersubsidi pada 1 Juni 2012. Melihat tren harga rata-rata minyak mentah selama tiga bulan terakhir terus meningkat, dimana pada bulan Maret telah mencapai 128 USD/barrel, maka kenaikan harga BBM Bersubsidi berpotensi segera terjadi. Padahal dengan mempertimbangkan dampak terhadap perekonomian, kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara, serta kapasitas fiskal, PKS berpandangan tahun ini harga BBM bersubsidi tidak perlu dinaikkan.
Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan yang mendalam terhadap postur Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2012 yang telah dilakukan, PKS menilai bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi juga bukan merupakan solusi terbaik bagi persoalan fiskal dan APBN Perubahan Tahun 2012. Berikut penjelasan lebih detailnya:

  1. Ruang anggaran subsidi dan dana cadangan risiko energi sebesar Rp 225 trilliun yang telah ditetapkan sangat memungkinkan bagi pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM Bersubsidi. Dalam anggaran subsidi energi tersebut telah ditetapkan besaran Subsidi BBM, LPG, dan BBN sebesar Rp137,4 triliiun; Subsidi listrik sebesar Rp65 trilliun; dan alokasi cadangan risiko energi sebesar Rp23 trilliun.
  2. PKS berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM akan membutuhkan tambahan sekitar Rp54 triliun. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM tahun ini, maka tentunya tidak ada dana untuk kompensasi sebesar Rp30 triliun yang telah ditentukan dalam APBNP 2012, sehingga kekurangan dana menjadi sebesar Rp24 triliun. Dan kekurangan dana ini seharusnya akan dapat ditutup dengan alokasi cadangan risiko energi sebesar Rp23 trilliun, sehingga kekurangannya hanya Rp1 triliun, yang seharusnya dapat ditutup dengan pengaturan penyaluran BBM Bersubsidi agar tepat sasaran.
  3. itu masih terdapat banyak alternatif lainnya untuk menutup kekurangan dana sebesar Rp24 triliun (jika tidak menggunakan alokasi cadangan risiko energi sebesar Rp23 trilliun) diantaranya dengan:
  1. Mempertahankan penerimaan pajak tetap seperti target dalam APBN 2012. Penerimaan pajak dalam RAPBNP 2012 turun sebesar Rp20,83 triliun (dari rencana semula Rp1.032,57 triliun dalam APBN tahun 2012 menjadi Rp1.011,73 triliun), seharusnya tidak terjadi mengingat kondisi tax ratio yang masih potensial untuk bisa ditingkatkan. Hal ini juga akan dapat dicapai dengan melakukan extra effort dalam rangka menghapus mafia perpajakan, meningkatkan tax compliance khususnya wajib pajak KPP large tax office dan KPP Khusus, serta menurunkan tingkat tax evasion melalui upaya transfer pricing khususnya oleh perusahaan asing. Kepatuhan perusahaan untuk membayar pajak secara benar harus terus ditingkatkan, saat ini baru sekitar 500 ribu perusahaan yang membayar pajak. Selain itu dengan struktur pendapatan penduduk di Indonesia (BPS, 2010): 8,8 juta berpenghasilan diatas USD 14.000 pertahun dan 25 juta berpenghasilan USD 5.500 pertahun, maka seharusnya penerimaan dari Wajib Pajak (WP) Pribadi juga bisa naik. Penerimaan pajak dari sektor-sektor yang diindikasi masih under tax, seperti pertambangan dan telekomunikasi masih potensial ditingkatkan. Dalam APBN-P 2012 akhirnya penerimaan perpajakan telah disepakati menjadi Rp 1.016,2 triliun naik sebesar Rp4,5 triliun dari rencana dalam RAPBN-P 2012 yang sebesar Rp1.011,7 triliun.
  2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga masih potensial untuk ditingkatkan. Penerimaan royalti dan bagi hasil migas dan pertambangan perlu dioptimalisasi dengan mereview dan melakukan audit penentuan cost recovery, serta melakukan audit kinerja pertambangan. Kementerian terkait juga perlu melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri, sehingga nilai tambah sektor migas dapat optimal bagi perekonomian domestik. Dalam APBN-P 2012 akhirnya penerimaan PNBP telah disepakati menjadi Rp 341,1 triliun naik sebesar Rp9,2 triliun dari rencana dalam RAPBN-P 2012 yang sebesar Rp 331,9 triliun.
  3. Potensi penghematan belanja barang dan pegawai masih sangat besar. Potensi penghematan belanja barang tahun 2012 ini menurut Kementerian Keuangan akan dapat mencapai Rp18 triliun. Jika penghematan belanja barang dan pegawai dilakukan lebih progresif, diharapakan akan menghemat minimal Rp20 triliun. Dalam RAPBN-P tahun 2012 alokasi anggaran untuk belanja pegawai direncanakan mencapai Rp212,24 triliun, yang hanya menurun Rp3,61 triliun atau 1,7 persen, sedangkan alokasi anggaran belanja barang direncanakan mencapai Rp186,55 triliun, hanya menurun sebesar Rp1,44 triliun (0,8 persen) belum signifikan. Belanja pegawai dan belanja barang ini masih jauh lebih besar dari belanja modal. Belanja barang (termasuk jasa) selama ini masih banyak yang tidak tepat dan bersifat pemborosan, termasuk biaya perjalanan dinas. Selain itu dengan remunerasi birokrasi yang sudah berjalan, seharusnya juga terjadi penghematan belanja pegawai melalui penggurangan honor-honor kegiatan birokrasi yang tidak tepat.
  4. Memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) secara optimal. SAL tahun 2011 mencapai Rp96,6 triliun yang merupakan penjumlahan dari SAL 2010 sebesar Rp57 triliun dan SILPA tahun 2011 sebesar Rp39,2 triliun. Dalam rencana pemerintah SAL akan dipakai untuk menutup defisit dalam RAPBNP 2012 baru sebesar Rp56,17 triliun. Dengan demikian masih ada sisa SAL 2011 yang belum digunakan sebesar Rp40 triliun. Tentu saja SAL dapat dialokasikan untuk cadangan fiskal tetapi mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya dimana penyerapan anggaran tidak optimal maka cadangan fiskal tidak harus terlalu besar, karena akan terdapat SILPA di tahun 2012.
  5. PKS memandang, jika kementrian-kementrian terkait dapat menyelesaikan instrumen-instrumen pengaturan dan berbagai kebijakan terkait tatakelola energi nasional maka pembengkakan subsidi energi akan dapat dihindari dan penghematannya juga akan besar. Pembengkakan subsidi energi selama ini terjadi diantaranya karena:
  1. Ketidaksungguhan kementerian terkait dalam menyiapkan sistem dan infrastruktur pengaturan BBM Bersubsidi berdasarkan roadmap yang telah disepakati.
  2. Berdasarkan laporan BPH Migas tahun 2011 terjadi penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi sebesar Rp 7,01 triliun per tahun.
  3. Adanya temuan BPK tahun 2011 terkait inefisiensi di tubuh PLN sebesar Rp 19,7 triliun akibat tidak adanya pasokan gas untuk pembangkit PLTG PLN, sehingga PLN harus menggunakan BBM.
  4. Mundurnya commercial operation date (COD) PLTU 10.000 MW Tahap I yang mengakibatkan meningkatnya penggunaan BBM, sehingga Kementerian ESDM mengajukan tambahan biaya pembangkitan sebesar Rp26 triliun.
  5. Perkembangan subsidi listrik yang meningkat secara tajam, juga disebabkan karena diperluasnya jumlah penerima subsidi sehingga semua golongan dan tarif mendapatkan subsidi. Skema seperti ini mengakibatkan sasaran program subsidi listrik menjadi tidak tepat, karena pelanggan baik dari golongan rumah tangga, bisnis, dan industri yang memiliki kapasitas daya terpasang sangat besar, memperoleh subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi golongan tidak mampu (berkapasitas daya kecil seperti pelanggan 450 VA dan 900 VA). Jumlah pelanggan diatas 6600 VA memang tidak terlalu banyak, namun dilihat dari pemakaiannya yang sangat besar, maka besaran subsidi yang dikeluarkan justru banyak diserap pelanggan bisnis dan Industri besar tersebut. Ini kesalahan serius dalam pengaturan subsidi listrik yang perlu dirombak.
  6. Kenaikan harga BBM Bersubsidi secara merata, dengan tidak disertai kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan” (discriminative and affirmative policy) tidak akan mendorong perbaikan arah kebijakan subsidi agar semakin tepat sasaran dan juga pengembangan energy mix dan diversifikasi energi yang semakin sehat dalam jangka menengah, terutama untuk transportasi.
  7. PKS memandang bahwa terdapat kegagalan perencanaan anggaran dan pengelolaan korporasi PLN yang terlihat dalam pembengkakan pengajuan tambahan subsidi listrik. Dalam Nota keuangan RAPBN 2012 pemerintah mengajukan kenaikan sebesar Rp48,05 triliun (dari Rp45 triliun menjadi Rp93,05 triliun) atau meningkat sebesar 107%. Usulan tersebut kemudian dikoreksi oleh kesepakatan rapat kerja (raker) komisi VII bersama dengan kementerian terkait menjadi Rp64,5 trilliun. Permasalahan kemudian timbul setelah dilakukan perhitungan ulang oleh PLN, ternyata tidak mencukupi untuk menutup biaya operasional dan kewajiban PT PLN, dampaknya Debt Service Coverage Ratio (DSCR) PT PLN menjadi 34%. Sehingga pemerintah mengajukan ulang anggaran subsidi PT PLN sebesar Rp91 trilliun, yang kemudian ditolak oleh Rapat Konsultasi pimpinan DPR. PKS memandang bahwa tambahan subsidi listrik tersebut disebabkan karena tidak terealisasinya program-program PT PLN secara baik, kegagalan memenuhi target percepatan pembangkit listrik 10.000 MW dan kegagalan menjalankan kebijakan fuel mix sehingga menyebabkan terjadinya inefisiensi di tubuh PT PLN dan membebani keuangan korporasi. PKS menilai pemerintah perlu segera membenahi secara total dan serius manajemen pengelolaan PT PLN. Selain itu perlu dilakukan audit kinerja lanjutan oleh BPK untuk mengevaluasi kinerja PT PLN terkait program percepatan pembangkit listrik 10.000 MW sampai dengan sekarang. Sehingga kesalahan korporasi PLN yang terjadi tidak membebani keuangan negara dan merugikan rakyat.
PKS telah berusaha dengan sebaik-baiknya memberikan kontribusi dalam pembahasan APBNP 2012 yang sebelumnya terancam deadlock. Dari hasil pembahasan yang telah diperjuangankan oleh PKS bersama kekuatan politik yang lain secara umum saat ini kita memiliki postur APBNP 2012 yang semakin baik dibandingkan dengan usulan dalam RAPBNP 2012 sebelumnya. Selain itu hak-hak rakyat rakyat miskin akhirnya juga mendapat alokasi yang lebih baik dengan berbagai skema subsidi yang ditetapkan. Dengan berbagai kesepakatan dalam UU APBNP 2012, juga telah memberikan tekanan kepada pemerintah untuk lebih bekerja keras, agar tidak membebankan kegagalan birokrasi dan korporasi (PLN, dll) kepada rakyat.

PKS juga berharap akan muncul kesadaran baru bahwa dinamika politik karena “pertarungan ide dan gagasan” untuk kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara, tidak harus dimaknai dengan “permusuhan”, tetapi untuk lebih mendewasakan demokrasi dan penajaman mutu kebijakan pemerintah.

PKS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menjalankan tugas masing-masing untuk berkarya, dan juga secara bersama ikut serta mengawasi jalannya pemerintahan dan pengelolaan negara (baik eksekutif, legislatif, yudikatif, dan moneter) agar semakin baik, demi kejayaan bangsa dan negara.

Demikian penjelasan terkait dengan penolakan PKS atas rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi, dengan berbagai pertimbangan yang mendalam untuk kebaikan dan kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara.

*sumber : fraksi-pks

Wednesday, April 04, 2012 | Posted in , , | Read More »

Jenak - Jenak Kejujuran

Muhammad Anis Matta
Hari-hari menjelang kedatangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dari Tabuk sangat menegangkan. Setidaknya, bagi Ka’ab bin Malik. Jika saja ia berada dalam rombongan Rasulullah, tentu lain ceritanya. Seperti biasa, setiap pulang dari perjalanan, Rasul lebih dulu ke masjid. Ternyata, sekitar 80-an munafik telah menunggu di sana. Mereka memohon kepada Rasulullah agar beliau meminta ampunan kepada Allah karena mereka tidak  ikut perang. Mereka juga berharap Rasul sendiri mail memaafkan. Permintaan itu dikabulkan Rasul.
Akan tetapi, tiba-tiba wajah beliau berubah merah. Seulas senyum sinis tersungging, ketika Ka’ab bin Malik menemuinya. “Mengapa kamu tidak ikut ke Tabuk? Bukankah kamu telah membeli kendaraan untuk itu?” tanya Rasulullah. Wajar Rasulullah   bersikap seperti itu. Ka’ab termasuk jajaran para sahabat terhormat, punya track record yang baik sebagai penulis wahyu, dan relatif tanpa cacat nama baik. Tidak ikut ke Tabuk menjadi sesuatu yang tak logis untuk ukuran seorang kader yang ditarbiyah oleh Rasul,Ka’ab terdiam. Ia sudah menduga pertanyaan itu muncul. Itulah detik-detik penuh konflik dalam batin-nya. Hal ini karena ia bermuamalah dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan berhadapan dengan Rasul Allah Bukan karena ia tak mampu beralasan. Ia bisa melakukannya. Sebab, seperti katanya sendiri, ia diberi kemampuan berargumentasi yang baik. Dalam situasi seperti ini, biasanya lahir dorongan unluk berdusta. Demi mempertahankan “air muka”, atau “kebesaran”, atau “kehormatan”, atau “wibawa”, atau “nama baik.”
Bentuk kedustaan pun bisa beragam. Yang paling sering muncul adalah rasionalisasi kesalahan, yaitu kecenderungan membenarkan kesalahan dengan alasan apapun.
Atau dalam ungkapan AI-Qur’an “akhadzat hul izzatu bit itsmi” (ia dipaksa oleh keangkuhan untuk membela dosanya). Konflik batin, ituiah yang dirasakan Ka’ab bin Malik. Namun, apa jawaban Ka’ab?
“Wahai Rasulullah, andaikan aku berhadapan dengan orang selain engkau, aku yakin aku dapat meloloskan diri dengan satu alasan. Aku dapat berdusta kepadamu yang dengan dusta itu akan membuatmu ridha padaku, tetap aku khawatir Allah akan membuatmu marah padaku (dengan mengungkap kedustaan ini melalui wahyu). Wahai Rasulullah, tetapi jika aku jujur padamu, dan itu membuatmu marah padaku, aku masih bisa berharap agar kelak Allah mengampuni dosaku.”
Ka’ab telah melewati jenak-jenak penuh pertandingan itu, melewati detik-detik yang menegangkan dan sangai berat. Dan ia menang. la mengalahkan dirinya sendiri dan memenangkan kejujuran imannya atas dusta dan kemunafikan. “Orang-orang ini benar-benar telah berkata jujur,” ucap Rasulullah.
Selanjutnya, Rasul berkata, “Wahai Ka’ab, berdirilah, sampai Allah memutuskan sesuatu untukmu.” Ka’ ab pun mendapat hukuman, pemboikotan sosial selama 50 hari. Namun, itu lebih ringan daripada beratnya pertarungan batin untuk memenangkan kejujuran iman.
Kita semua akan menghadapi detik-detik seperti itu. Dan, kita bisa menang, jika di saat seperti itu kita menyadari bahwa kita hanya bermu’amalah dengan Allah; yang mengetahui pengkhianatan mata dan segala yang tersembunyi dalam dada. Bukan dengan manusia; yang mudah dibohongi atau bahkan senang dibohongi. Itulah yang membuat kejujuran bernilai lain di mata Allah subhanahu wa ta’ala. Itu pula sebabnya, mengapa banyak di antara kita yang selalu gagal di etape ini.
hasanalbana.com

Friday, March 30, 2012 | Posted in , , | Read More »

Kenaikan BBM, FPKS Tawarkan 3 Solusi



JAKARTA - PKS menganggap bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi belum tentu menjadi solusi terbaik bagi persoalan APBN 2012. Untuk itu, FPKS menawarkan 3 solusi guna mengatasi tekanan anggaran akibat membengkaknya subsidi BBM.


Sekretaris FPKS DPR RI KH Abdul Hakim, Kamis (22-3) mengatakan, solusi pertama yang ditawarkan fraksinya untuk mengatasi membengkaknya subsidi BBM yaitu tidak menaikan harga BBM.


FPKS, kata Hakim, berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM dalam RAPBNP akan membutuhkan tambahan sekitar Rp60 triliun. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM maka tentunya tidak ada dana untuk kompensasi sebesar Rp 25 triliun dalam RAPBNP 2012, sehingga kekurangan dana dalam RAPBNP menjadi sebesar Rp 35 triliun.


“Untuk menutupi kekurangan dana sebesar Rp 35 triliun tersebut diambil jalan yang tidak mengubah postur belanja dan penerimaan RAPBNP 2012, yaitu menambah defisit 0,41% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga defisit seluruhnya akan menjadi sebesar Rp225,1 triliun atau 2,64% dari PDB. Rasio defisit ini naik 0,41% (Rp 35 triliun) dari rencana dalam RAPBNP 2012 sebesar 2,23% (Rp 190,1 triliun) tetapi masih dibawah batas yang dibolehkan Undang-undang sebesar 3% dari PDB,” Kata Hakim.


Alternatif lain untuk menutupi kekurangan dana tersebut adalah dengan sedikit mengubah postur RAPBNP 2012 dengan mempertahankan penerimaan pajak sebesar Rp1.032 Triliun seperti target dalam APBN 2012, mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pemanfaatan Saldo anggaran lebih (SAL) yang mencapai Rp96,6 Triliun serta melakukan penghematan terhadap belanja barang dan pegawai.


Sebagai solusi kedua, FPKS menawarkan pemberlakukan BBM Bersubsidi dengan Dua Harga.  “Jika pemerintah ingin mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM, maka sebaiknya memilih kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan” (discriminative and affirmative policy) yaitu melalui skema BBM Bersubsidi 2 harga (dual price), yaitu Rp 6.000/liter untuk Mobil Pribadi sesuai usulan RAPBNP 2012, sementara Kendaraan Umum, Angkutan Pedesaan, Kendaraan Barang/Usaha Kecil Menengah, dan motor tetap seharga Rp 4.500/liter,” kata Hakim.


Dengan skema ini,  FPKS berkeyakinan subsidi BBM akan tepat sasaran sehingga pemerintah tidak perlu lagi memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan dipolitisasi.


“Dengan pemberlakukan BBM dua harga ini, maka masyarakat yang harus menerima subsidi ‘dipastikan’ menerima haknya sejak awal, sehingga pemerintah tidak perlu memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan politisasi.” Kata politisi PKS asal Lampung itu.


Dengan skema BBM Bersubsidi 2 harga ini, kata Hakim, jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 25,34 triliun. Bila kemudian ditambah dengan investasi untuk infrastruktur pengaturan ini sebesar ‘kurang’ dari Rp1,2 triliun maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,31% (Rp 26,54 triliun) sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,54% dan masih dibawah ambang batas yang diijinkan dalam peraturan perundang-undangan.


Dan jika Pemerintah tetap berkeinginan menaikan BBM Bersubsidi, maka FPKS meminta agar kenaikan BBM hanya sebesar Rp500/liter. “Pemerintah dapat menaikan BBM Bersubsidi dengan angka kenaikan yang minimal dalam tenggat waktu tertentu untuk kemudian dikombinasikan dengan kebijakan BBM Bersubsidi dua harga. BBM Bersubsidi naik sementara Rp500, sampai kemudian infrastruktur pengaturan yang sebelumnya tertunda dapat diselesaikan.” Kata Hakim.


Dengan skema ini, jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 19,05 triliun. Maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,22% sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,45%. Tambahan beban subisidi tersebut dapat ditutup dengan penghematan dari penetapan subsidi listrik sebesar Rp29 triliun yang telah diputuskan oleh Menteri ESDM dan Komisi VII, Kamis, 15 Maret 2012, mempertahankan penerimaan pajak tetap seperti target dalam APBN 2012 dan optimalisasi PNBP serta pemanfaatan SAL.

sumber:fraksi PKS DPR RI

Friday, March 23, 2012 | Posted in , , | Read More »

Blog Archive